Nasib Seruyan Lima Tahun Kedepan, Akhmad Pajriannor: Perlu Perubahan Signifikan

Img 20240705 Wa0061 1

Suarabaca.com, Seruyan—Gonjang-ganjing tentang siapa bakal calon (bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah menjadi topik yang hangat di khalayak umum masyarakat wilayah setempat serta mengundang banyak perdebatan tentang siapa yang cocok untuk memimpin daerah yang berfalsafahkan Bumi Gawi Hatantiring (Bumi Bekerja Gotong-royong) tersebut lima tahun kedepan.

Hal itu semakin menarik, ketika awak media Suarabaca.com menerima undangan dari salah satu bacalon Bupati Seruyan, Akhmad Pajriannor ke rumahnya di Pembuang, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan untuk berdiskusi lebih jauh tentang apa dan bagaimana membawa Kabupaten Seruyan ke medan kesejahteraan dan kemajuan serta berdaya saing tinggi kedepannya seperti kabupaten-kabupaten yang sejahtera dan maju di Indonesia.

Putera daerah yang akrab disapa H Pajri itu mengatakan, dirinya prihatin dengan kondisi tanah kelahirannya itu saat ini, karena banyak hal seperti kemiskinan tinggi, gizi buruk tinggi, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai, infrastruktur jalan yang masih relatif buruk, ekonomi yang tidak menggeliat, pelayanan kesehatan yang masih minim, dan peluang usaha baik lokal maupun investasi yang tidak sehat.

“Sejujurnya, saya sangat prihatin melihat kondisi yang terjadi di tanah kelahiran saya ini. Kita lihat sendiri bagaimana tingginya angka kemiskinan yang mencapai 7% dan gizi buruk yang mencapai 30%. Di sektor itu saja, sudah dapat kita simpulkan sementara bahwa kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemimpin terdahulu tidak tepat dan tidak menyelesaikan persoalan kehidupan masyarakat Bumi Gawi Hatantiring,” katanya, Jumat (5/7/2024).

Perubahan itu, lanjut H Pajri, tidak datang dari langit. Diperlukan kerja-kerja tepat dan terukur. Semisal, menyeimbangkan ekonomi makro dan ekonomi mikro dengan cara membangun infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan yang sudah ada, yang dalam beberapa rezim kepemimpinan di Kabupaten Seruyan keduanya tidak digubris sama sekali.

“Kita tidak pernah duduk bersama untuk membahas hal tersebut, karena rezim-rezim yang berkuasa justru tidak bisa melihat lebih jauh betapa pentingnya pelabuhan dan jalan bagi keberlangsungan ekonomi daerah. Saya katakan, daerah ini menjadi buntu karena kita hanya memiliki satu jalan penghubung dan pelabuhan sekadarnya, di mana keduanya tidak dapat menjadi dongkrak yang tepat untuk menggeliatkan perekonomian,” tambahnya.

Di samping itu, lelaki bertubuh gempal itu mengungkapkan, bahwasanya jika pemerintah mau berjuang dengan serius, banyak peluang-peluang yang dapat diambil dan, tentunya, menguntungkan seperti menggandeng Perusahaan Besar Swasta (PBS) berbasis kelapa sawit yang berizin di wilayah setempat untuk memberikan kontribusi mereka. Kemudian, memfungsikan dengan tepat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk pemberdayaan ekonomi lokal masyarakat.

Untuk diketahui bersama, saat ini Kabupaten Seruyan menempati posisi nomor satu kerentanan konflik antara masyarakat dan PBS berbasis kelapa sawit serta rendahnya kerja keras pemerintah dalam memberdayakan ekonomi lokal. Hal tersebut, dapat dibuktikan dengan berlanjutnya konflik di wilayah hulu dan tidak berdayanya ekonomi lokal, karena tidak memiliki pangsa pasar yang jelas.

“Sekarang, saya bertanya kepada Anda. Apakah pimpinan sadar betapa pentingnya menjaga relasi dengan investor? Atau, bagaimana memberdayakan ekonomi lokal? Bagi saya, tidak. Tidak ada yang memperhatikan itu. Justru, memperuncing keadaan saja bisanya. Dan untuk ekonomi lokal, saya lihat memang tidak ada pangsa pasar yang jelas. Padahal sekarang kita telah berada di era digital. Tetapi, apakah penunjangnya jelas? Tidak. Di beberapa wilayah saja masih sulit mengakses internet dan listrik,” ungkapnya.

Oleh karena itu dengan tekad yang kuat, H Pajri berniat membawa perubahan yang besar dan signifikan di Kabupaten Seruyan. Dimulai dari sarana dan prasarana pendidikan yang menjadi dasar penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kemudian akan berjuang mengelola Sumber Daya Alam (SDA) di sektor perikanan, pertanian, pariwisata yang ada di Bumi Gawi Hatantiring. Namun, untuk mencapai perubahan signifikan tersebut, diperlukan dukungan dan kepercayaan dari masyarakat.

“Sekali lagi, perubahan itu tidak datang dari langit. Semua memerlukan niat dan perjuangan yang jelas. Terkhusus, di kalangan masyarakat. Apabila memang ingin perubahan yang lebih baik kedepannya, maka terlibat dalam perjuangan yang akan saya lakukan dalam Pilkada tahun 2024 ini. Apabila tidak, jangan pernah mengeluh atas kemiskinan yang terjadi. Saya berharap, mari kita bawa perubahan itu untuk kehidupan yang lebih sejahtera dan maju, karena zaman akan terus berubah, jangan sampai kita terhanyut dan menderita,” pungkasnya. (ed)

Pos terkait